Allah Berfirman
Wahai Manusia…
Aku heran pada orang yang yakin akan kematian , tapi hidup bersuka ria.
Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggung jawaban semua amal perbuatan di akhirat, tapi dia asik mengumpulkan dan menumpuk harta benda.
Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi dia tertawa terbahak-bahak.
Aku heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat ,tapi dia menjalani kehidupan dengan bersantai-santai.
Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi dia menggandrunginya
Aku heran intelektual yang bodoh dalam soal moral.
Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.
Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, sementara dia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya sendiri.
Aku heran pada orang yang yakin bahwa Allah senantiasa mengawasi segala prilakunya , tapi ia berbuat durja.
Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri , lalu di mintai pertanggung jawaban seluruh amal perbuatannya, tapi dia berharap belas kasih dari orang lain.
Allah Berfirman:
Barang siapa tidak mau menerima suratan nasib yang telah aku putuskan , tidak bersabar atas segala cobaan yang Aku berikan , tidak mau berterima kasih atas segala nikmat yang Aku curahkan dan tidak mau menerima apa adanya atas segala yang Aku berikan , maka sembahlah Tuhan selain Aku.
Barang siapa yang mengadukan musibah yang ada pada dirinya pada orang lain, sesungguhnya ia berkeluh kesah padaKu.
Barang siapa tidak bertambah tingkat penghayatan kaeagamaannya , sungguh dia dalam keadaan berkurang.
Barang siapa yang terus menerus dalam keadaan berkurang , kematian adalah jauh lebih baik baginya.
Wahai manusia… terimalah anugrah yang Kuberikan dengan lapang dada, maka engkau tidak akan berharap pada pemberian orang lain.
Tinggalkan rasa benci , maka engkau akan terhindar dari kegelisahan hidup.
Hindari perbuatan haram , maka engkau aman dari keracunan dalam beragama.
Barang siapa mampu menjaga diri membicarakan kejelekan orang lain , maka kecintaanKu akan Ku anugrahkan padanya.
Barang siapa mampu membatasi diri dari berbicara yang tidak ada gunanya, itu menandakan kemampuan akalnya
Barang siapa menerima dengan lapang dada atas pemberian Allah yang sedikit , maka ia penuh percaya pada Allah.
Allah Berfirman:
Wahai manusia… barang siapa berduka karena persoalan dunia, maka ia kian jauh dari Allah, kian nestapa di dunia dan semakin menderita di akhirat.
Allah akan menjadikan hati orang tersebut dirundung duka selamanya. Kebingungan yang tiada berakhir, kepapaan yang berlarut-larut dan angan-angan yang selalu mengusik ketenagan hidupnya.
Wahai manusia, hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya.
Setiap hari Aku mendatngkan rizqi kepadamu , sementara engkau tidak pernah memujiKu, dengan pemberian yang sedikit engkau tidak pernah mau lapang dada, dengan pemberian yang banyak enkau tidak pernah merasa kenyang.
Wahai manusia, setiap hari Aku mendatngkan rizqi, sementara setiap malam malaikat datang kepadaKu dengan menbawa catatan perbuatan jeleknya, engkau makan dengan lahap rizqiK
Akulah pelindung terbaik untukmu, sementara engkau hamba terjelek bagiKu.
Kututupi kejelek demi kejelekan yang kau buat secara terang terangan .
Aku sungguh malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu padaKu. Engkau melupakan Aku dan mengingat yang lain.
Kepada manusia , kau merasa takut, sedangkan padaKu engkau merasa aman aman saja.
Kepada manusia, engkau takut dimarahi, tapi pada murkaKu engkau tak pernah peduli.